Kecantikan merupakan aset berharga yang melekat bagi kaum wanita. Lebih dari sekedar keindahan, cantik itu sendiri didefinisikan sebagai suatu komposisi yang tepat dari paduan bentuk, warna, wangi, kelembutan, yang begitu kompleks sehingga kecantikan wanita begitu unik bagi setiap individunya. Dalam mendalami kecantikan di Indonesia, Gemerlap ingin mengulas sosok wanita yang paling berjasa dibalik cantiknya jutaan wanita di Indonesia yakni, Martha Tilaar.
Credit Photo By Roemah Martha Tilaar
Memulai Perjalanan di Dunia Kecantikan
Martha Tilaar lahir dari keluarga Handana dengan nama Martha Handana pada 4 September 1937 di Gembong, Jawa Tengah. Beliau merupakan anak sulung dari tiga bersaudara pada keluargsa Handana. Anehnya selama remaja Martha Tilaar justru lebih berperilaku layaknya seperti seorang lelaki yang tidak mementingkan bersolek layaknya gadis lain. Nyonya Handana (Ibu dari Martha Tilaar) kehabisan akal hingga menitipkan Martha kecil kepada Titi Poerwosoenoe yang merupakan pakar kecantikan tradisional di Yokgyakarta. Pengalaman inilah yang membuat Martha kecil tertarik dengan dunia kecantikan.
Martha kemudian menyelesaikan pendidikannya di IKIP Jakarta dan sempat mengajar di sana selama tiga tahun. Beliau bertemu dengan Henry Alexis Rudolf Tilaar yang kemudian menjadi suaminya. Setelah menikah, Martha mengikuti suaminya bertugas ke Amerika Serikat sekaligus mendalami kecantikan di Academy of Beauty Culture di negara bagian Indiana, Amerika Serikat. Setelah lulus, Martha pun sempat membuka salon kecantikan di Amerika Serikat.
Credit Photo By Martha Tilaar Salon
Kembali ke Indonesia untuk Meroket
Martha dan Suami kembali ke Indonesia pada tahun 1969. Ayah Martha, Yakob Handana, memberikannya izin untuk menjadikan garasinya sebagai salon kecantikan di daerah Kusuma Atmaja, Menteng, Jakarta Pusat. Dua tahun berlalu pelanggan salon-nya kian bertambah, hingga Martha melakukan ekspansi dengan membuka gerai baru di bilangan Cipete, Jakarta Selatan.
Martha yang bercita-cita untuk memajukan perawatan tradisional, belajar ke berbagai dukun-dukun beranak tentang cara membuat jamu. Martha bahkan ikut mencoba hasil jamu tersebut yang berujung keberhasilan Martha melahirkan anak pertamanya Wulan Tilaar setelah 11 tahun lebih menunggu. Tidak sampai disitu, Martha juga pergi ke Eropa untuk mempelajari proses produksi pabrik-pabrik besar seperti Yves Rocher di Prancis, Mary Quant di Inggris, dan Hartleben di Jerman. Resep jamu penyubur yang dulu sempat dia konsumsi, diabadikannya lewat produk Kaplet Wulandari.
Credit Photo Official Sariayu Store
Pada tahun 1977, Marta menjajaki kerjasama dengan perusahaan farmasi yang sedang naik daun pada masa tersebut Kalbe Farma. Kerjasama ini langsung dijajaki dengan pemilik PT Kalbe dr. Boenjamin Setiawan untuk membuat perusahaan kosmetik dan jamu bernama PT Martina Berto, dengan Sariayu Martha Tilaar sebagai produk pertamanya.
Runtutan Penghargaan
Runtutan penghargaan menyelimuti Martha Tilaar dan perusahaan-perusahaannya. PT Sariayu Martha Tilaar didapuk dengan penghargaan tertinggi pada the First Asian Beauty Congress and Exhibition, Singapura pada umurnya yang kedua. Ibu Martha sendiri dianugerahi Dr. Honoris Causa bidang Fashion Artistry dari World University Tucson, Arizona, Amerika Serikat. Di Indonesia Martha Tilaar dianugerahi Bintang Budaya Parama Dharma oleh Presiden Joko Widodo pada ulang tahun Republik Indonesia ke-71 atas jasanya pada dalam pelestarian Jamu dan Herbal.
Credit Photo By IG Sekretariat Negara
Tidak hanya penghargaan secara individu maupun teknis, Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon pada UN Global Compat Leaders Summit di New York, Amerika Serikat juga memberikan penghargaan kepada Martha Tilaar atas jasanya menjalankan perusahaan yaang memiliki program meliputi 10 prinsip etika Global seperti hak asasi manusia, tenaga kerja, konservasi pengendapan, dan anti-korupsi.
Credit Photo By PT Martina Berto
Martha Tilaar adalah contoh sempurna dari seorang wanita yang tidak hanya sukses dalam dunia bisnis, tetapi juga memiliki dampak sosial yang besar. Dedikasinya dalam melestarikan kecantikan tradisional, dan memadukannya dengan inovasi modern telah menginspirasi banyak wanita di Indonesia dan di seluruh dunia. Ia adalah bukti nyata bahwa kecantikan sejati tidak hanya datang dari luar, tetapi juga dari hati yang baik dan niat yang tulus untuk membantu orang lain.